Rocky Gerung Masuk Istana, Bicara Etika Kekuasaan dan Cara Pemerintah Mengolah Persepsi Publik
Rocky Gerung menyebut Wantimpres bertugas menjaga etika kebijakan dan mengolah persepsi publik setelah dilantik sebagai penasihat Presiden Prabowo.-Foto: Antara-
Pelantikan Rocky merupakan bagian dari pengangkatan 26 anggota Wantimpres oleh Prabowo. Pengangkatan tersebut tercantum dalam Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
Pratikno dilantik sebagai ketua merangkap anggota, Muhammad Hatta Rajasa sebagai wakil ketua merangkap anggota, dan Muhammad Qodari sebagai sekretaris merangkap anggota.
Adapun anggota lainnya meliputi Sinta Nuriyah Wahid, Quraish Shihab, Agum Gumelar, Chairul Tanjung, Said Aqil Siradj, Anwar Iskandar, Yahya Cholil Staquf, Jusuf Wanandi, Budi Gunawan, Bambang Soesatyo, Salim Segaf Al-Jufri, Soekarwo, Dato’ Sri Tahir, Rocky Gerung, Ida Bagus Purwalaksana, Philip Kuntjoro Widjaja, Budi Santoso Tanuwibowo, Anwar Usman, Muhammad Hatta, Jusuf Hamka, Margarito Kamis, Jacklevyn Frits Manuputty, dan Ignasius Jonan.
Kehadiran Rocky di Wantimpres akan menjadi ujian tersendiri bagi klaimnya tentang jarak kritis terhadap kekuasaan. Sebab, menjadi penasihat presiden dan tetap menjaga independensi penilaian bukan dua hal yang otomatis berjalan beriringan. Jika Wantimpres memang hendak menjalankan fungsi etis, ukurannya bukan sekadar seberapa baik anggotanya memahami visi presiden, melainkan juga seberapa berani mereka menyampaikan pertimbangan ketika kebijakan pemerintah justru perlu dikoreksi.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-