JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Rangkaian safari kirab merah putih yang digelar Ormas Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) kembali menyapa masyarakat.
Kirab tersebut berlangsung di Jombang, Jawa Timur, yang dikenal sebagai kota santri pada Minggu, 24 Agustus 2025.
Ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat bergabung bersama kader PNIB mengarak kain merah putih sepanjang 300 meter di jalanan kota.
Kirab PNIB kali ini mengusung tema Kemerdekaan, dengan pesan utama merdeka dari korupsi, narkoba, serta paham radikal seperti Wahabi dan khilafah terorisme yang dianggap mengancam ideologi serta kedaulatan bangsa.
BACA JUGA:Jelang 80 Tahun Kemerdekaan, PNIB Peringatkan Bahaya Intoleransi dan Paham Asing di Indonesia
Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho atau akrab disapa Gus Wal, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan pengingat bagi masyarakat Jombang agar tidak terpengaruh paham asing yang berpotensi memecah belah bangsa.
"Sudah saatnya Jombang merdeka dari penjajahan paham asing. Jangan jadikan kota santri yang kita cintai ini sebagai pusat penyebaran khilafah terorisme dan Wahabi. Kirab merah putih mengingatkan kita untuk kembali pada jati diri bangsa Indonesia yang penuh dengan toleransi, pluralisme, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Gus Wal usai kirab.
Peringatan Bahaya Infiltrasi Paham Radikal
Menurut Gus Wal, infiltrasi paham khilafah terorisme dan Wahabi bukan hanya isu, tetapi sudah terjadi di tengah masyarakat. Ia mengingatkan agar warga Jombang mewaspadai penyusupan ideologi radikal melalui lembaga pendidikan.
"Waspada dengan maraknya pendirian boarding school berkedok pesantren di Jombang maupun daerah lain dengan pendanaan besar yang beragenda menanamkan paham asing sejak dini. Jika dibiarkan, generasi mendatang akan terjerumus dalam aksi intoleransi dan radikalisme yang merusak persatuan bangsa,” imbuhnya.
BACA JUGA:PNIB Apresiasi Langkah Densus 88 Tangkap ASN Terkait Jaringan Terorisme NII di Banda Aceh
PNIB Tegas Lawan Korupsi dan Narkoba
Selain menyoroti bahaya ideologi transnasional, PNIB juga mengangkat isu korupsi dan narkoba. Gus Wal menyebut korupsi sebagai musuh utama ekonomi bangsa.
“Korupsi membuat rakyat tidak pernah merasakan kesejahteraan dari kekayaan alam. Banyak SDA dikorupsi, masyarakat hanya mendapat kerusakan lingkungan. Melalui kirab merah putih, kami juga mendeklarasikan perlawanan terhadap korupsi, narkoba, serta paham radikal mulai dari tingkat elite hingga tingkat RT. Pembangunan tidak akan pernah tercapai selama birokrat masih korup,” tegas Gus Wal.
PNIB Pilih Kirab Damai daripada Aksi Demonstrasi
PNIB dikenal sebagai salah satu ormas yang konsisten menyuarakan nasionalisme melalui kirab merah putih. Berbeda dengan aksi demonstrasi, kirab ini digelar dengan damai, rapi, dan penuh kebersamaan.
Menurut Gus Wal, PNIB memiliki kekuatan besar karena berpegang pada semangat gotong royong dan kepedulian sosial tanpa intervensi politik.