Barang Mewah Berserakan di Lapas Cibinong, Kemenimipas Cari Minuman Keras hingga Simulator Golf

Minggu 27-09-2026,09:30 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semaraknews.co.id -- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mulai membongkar satu per satu temuan Ombudsman RI di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bukan cuma soal ruang tahanan, pemeriksaan kini merembet ke barang-barang yang sebelumnya ditemukan di dalam lingkungan lapas.

Daftarnya cukup bikin dahi mengernyit. Ombudsman sebelumnya menemukan sejumlah barang dan fasilitas yang tidak lazim berada di lingkungan lapas, mulai dari minuman keras, tempat yang diduga digunakan sebagai simulator golf, ruang fitness, kulkas hingga foto-foto tertentu.

Inspektur Jenderal Kemenimipas Rudi Setiawan mengatakan pihaknya ingin memastikan ke mana barang-barang tersebut sekarang menghilang dan mengapa kondisinya berbeda dengan saat Ombudsman melakukan pemeriksaan.

"Hal-hal lain yang tentunya saya dan tim ingin mengakomodir, semua yang ditemukan oleh Ombudsman, minuman keras, tempat yang diduga sebagai simulator golf, tempat fitness, foto, barang-barang lain kulkas, itu yang menjadi objek buat kami untuk memeriksa, di mana barang-barang itu keberadaannya dan kenapa berpindah," ujar Rudi dalam konferensi pers di Lapas Kelas IIA Cibinong, Sabtu, 26 September 2026.

Dengan kata lain, tim pemeriksa tidak hanya bertanya siapa yang bertanggung jawab. Mereka juga mulai mencari barang-barang yang sebelumnya terlihat, tetapi kini sudah tidak berada di tempatnya.

BACA JUGA:Sugiono Bawa Resep Ketahanan Nasional ke PBB, Rakyat Disebut Jadi Benteng Utama Indonesia

Foto yang ditemukan Ombudsman pun ikut masuk daftar pemeriksaan. Rudi mengatakan pihaknya tengah menelusuri siapa yang ada dalam foto tersebut dan ke mana foto itu sekarang dipindahkan.

"Sudah ada sasaran kami ini foto siapa dan ke mana fotonya sudah kita cari. Kok kemarin ada fotonya, enggak ada fotonya. Itu jadi sasaran kami kenapa kok bisa ada foto di sini," kata Rudi.

Menurut Rudi, tim juga menemukan surat keputusan atau SK yang berkaitan dengan foto tersebut. Namun, keberadaan foto orang lain di lokasi yang diperiksa justru menimbulkan pertanyaan baru.

"Temuan Ombudsman Jadi Bahan Pemeriksaan"

Seluruh temuan Ombudsman kini dijadikan bahan pemeriksaan internal oleh Kemenimipas bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Rudi bahkan turun langsung mengecek sejumlah lokasi yang sebelumnya didatangi Ombudsman.

"Kami adalah pemeriksaan internal imigrasi. Beliau memerintahkan kolaborasi dengan Dirjen PAS untuk menindaklanjuti apa yang ditemukan oleh teman-teman Ombudsman," ujar Rudi.

"Tadi saya secara langsung memimpin berkeliling melihat langsung tempat-tempat yang dikunjungi oleh teman-teman Ombudsman," lanjutnya.

Tim kemudian menyisir sejumlah area di Lapas Cibinong, termasuk ruangan yang sebelumnya menjadi lokasi pemeriksaan Ombudsman. Namun, pemeriksaan itu justru menemukan adanya perbedaan antara kondisi yang dilihat tim dengan apa yang ditampilkan Ombudsman.

BACA JUGA:Nama Ferdy Sambo Nyelonong di Daftar Lapas Mewah, Pengacara Bilang Kliennya Cuma Ngekos di Sel Biasa

"Apa yang saya lihat dan apa ditayangkan oleh teman-teman ORI ada beberapa perbedaan. Dan ini jadi konsentrasi kami sebagai tim pemeriksa," katanya.

Perbedaan kondisi tersebut kini menjadi salah satu fokus pemeriksaan. Barang yang sebelumnya terlihat tetapi kemudian tidak ditemukan tentu memunculkan pertanyaan sederhana, barangnya ke mana?

"Lima Pejabat Lapas Dicopot dari Kursinya"

Di tengah pemeriksaan tersebut, Kemenimipas menonaktifkan lima pejabat struktural Lapas Cibinong yang diduga berkaitan dengan persoalan tersebut.

Lima pejabat itu terdiri atas Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putanto, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana atau Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban, serta Kepala Urusan Umum yang menangani barang-barang milik negara.

"Kami nonaktifkan dan kami lakukan pemeriksaan bagaimana kondisi yang terjadi sampai ditemukan dan sampai hari ini," lanjut Rudi.

Pemeriksaan juga tidak berhenti pada para pejabat lapas. Rudi mengatakan sebanyak 52 warga binaan telah diperiksa sejak Jumat, 25 September 2026.

Pada Sabtu, 26 September 2026, pemeriksaan dijadwalkan berlanjut terhadap sekitar 54 pegawai Lapas Cibinong.

Jadi, untuk sementara publik masih harus menunggu jawaban paling sederhana dari perkara ini. Bagaimana barang-barang yang ditemukan Ombudsman bisa ada di lapas, lalu sebagian di antaranya justru tak lagi terlihat ketika pemeriksaan berikutnya dilakukan.

Kategori :