Hashim Mundur dari WIFI Baru Tiga Bulan Menjabat, Direktur Ikut Angkat Kaki

Jumat 02-10-2026,13:00 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semaraknews.co.id  — Kursi Komisaris Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) ternyata tak ditempati Hashim Sujono Djojohadikusumo dalam waktu lama. Baru sekitar tiga bulan menjabat, adik Presiden Prabowo Subianto itu mengundurkan diri dari perusahaan yang tengah menggenjot bisnis internet rumah melalui jaringan fiber optik dan 5G.

Tak hanya Hashim, Henny Santoso juga meninggalkan kursi Direktur WIFI. Perseroan menerima surat pengunduran diri Hashim pada 29 September 2026, sedangkan surat pengunduran diri Henny diterima pada 1 Oktober 2026.

Hashim sendiri baru ditunjuk sebagai Komisaris Utama WIFI melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 30 Juni 2026. Dengan demikian, pengunduran dirinya terjadi sekitar tiga bulan setelah menduduki jabatan tersebut.

Direktur WIFI Shannedy Ong menjelaskan, pengunduran diri Hashim berlaku sejak perseroan menerima surat dari pendiri Grup Arsari tersebut. Hashim juga meminta perusahaan segera menindaklanjuti pengunduran dirinya melalui mekanisme korporasi yang berlaku.

“Beliau juga meminta perseroan mengambil seluruh tindakan yang diperlukan, termasuk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham dalam jangka waktu yang ditentukan dalam anggaran dasar perseroan,” ujar Shannedy dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip Jumat, 2 Oktober 2026.

BACA JUGA:Prabowo Gonta-ganti Bos Komunikasi Pemerintah, Syahganda Nainggolan Kini Kebagian Kursi

Sementara itu, pengunduran diri Henny diproses melalui ketentuan yang berlaku di perusahaan. Shannedy mengatakan efektivitas pengunduran diri tersebut mengikuti peraturan perundang-undangan, anggaran dasar perseroan, serta keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Beliau juga meminta perseroan mengambil tindakan korporasi dan administratif yang diperlukan, termasuk menyelenggarakan RUPS serta memenuhi kewajiban pelaporan kepada,” ujarnya.

Untuk menindaklanjuti dua pengunduran diri tersebut, WIFI menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 21 Oktober 2026. Agenda rapat mencakup perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi perseroan.

“Dengan mata acara yang mencakup perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi perseroan,” kata Shannedy.

Meski dua pengurus meninggalkan jabatannya dalam waktu berdekatan, manajemen memastikan kondisi tersebut tidak mengganggu jalannya bisnis. Perseroan menyatakan pengunduran diri Hashim dan Henny tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.

Dengan kata lain, pergantian pengurus belum mengubah pernyataan resmi perusahaan bahwa operasional WIFI dan entitas anak tetap berjalan seperti biasa. Namun, perubahan susunan pengurus tetap menjadi hal yang perlu dicermati investor, terutama ketika perseroan sedang memperbesar bisnis internet rumah.

Di sisi operasional, WIFI mencatat pertumbuhan pelanggan fixed broadband sebesar 518 persen secara tahunan hingga akhir semester I 2026. Layanan tersebut mencakup fiber to the home (FTTH) dan fixed wireless access (FWA) berbasis 5G.

Hingga Juni 2026, jumlah pelanggan WIFI mencapai sekitar 2,3 juta. Angka itu terdiri atas 1,85 juta pelanggan FTTH dan 513 ribu pelanggan layanan internet berbasis 5G FWA 1,4 GHz yang dipasarkan dengan nama IRA atau Internet Rakyat sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Pertumbuhan pelanggan tersebut berjalan beriringan dengan kenaikan pendapatan. WIFI membukukan pendapatan Rp1,57 triliun pada semester I 2026, meningkat 206 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kategori :