Nations Petroleum Milik Hashim Sabet Blok Natuna, Komitmen Migas Tembus USD 103 Juta

Nations Petroleum Milik Hashim Sabet Blok Natuna, Komitmen Migas Tembus USD 103 Juta

Nations Petroleum milik Hashim Djojohadikusumo memenangkan WK Natuna D-Alpha dengan komitmen pasti USD 103,3 juta untuk tiga tahun.-Foto: Antara-

JAKARTA, Semaraknews.co.id -- Perusahaan energi milik Hashim Djojohadikusumo, PT Nations Petroleum, berhasil mengamankan Wilayah Kerja (WK) Natuna D-Alpha dalam lelang migas tahap I 2026. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Nations Petroleum sebagai pemenang melalui mekanisme penawaran langsung.


Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 108.K/MG.4/DJM/2026 yang ditetapkan pada 17 September 2026. Dalam lelang tersebut, Nations Petroleum menyatakan komitmen pasti untuk tiga tahun pertama sebesar USD 103,3 juta atau sekitar Rp1,85 triliun.

Selain komitmen investasi tersebut, perusahaan juga menawarkan bonus tanda tangan sebesar USD 200 ribu atau sekitar Rp3,58 miliar. Angka komitmen pasti Nations Petroleum menjadi yang terbesar dibandingkan lima pemenang lelang WK migas lainnya.

Komitmen tersebut bukan sekadar angka yang enak dipajang dalam dokumen lelang. Nations Petroleum wajib menjalankan sejumlah kegiatan eksplorasi dan pengembangan pada tiga tahun pertama.

Rencana kerja itu mencakup studi geologi dan geofisika atau G&G, akuisisi serta pemrosesan data seismik 3D seluas 591 kilometer persegi, satu pilot unit design and engineering, tiga paket CO2 integrated study, serta pengeboran satu sumur appraisal dan satu sumur eksplorasi.

Nama Nations Petroleum sendiri berada di bawah kelompok usaha Arsari Group. Berdasarkan informasi di situs resmi Arsari Group, perusahaan tersebut bergerak dalam investasi teknologi ekstraksi dan pemulihan yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus optimalisasi sumber daya.

Meski begitu, informasi mengenai portofolio Nations Petroleum yang tersedia di situs tersebut masih relatif terbatas. Konfirmasi mengenai penetapan perusahaan sebagai pemenang WK Natuna D-Alpha juga telah dimintakan kepada Vice President Corporate Communications Arsari Group, Ariseno Ridhwan.

BACA JUGA:Emas 74 Kg Bikin Geger! Febrie Bantah Punya, Kasus Pemerasan Kini Masuk Meja Hijau

Namun hingga berita ini ditulis, Ariseno belum memberikan respons terkait penetapan Nations Petroleum sebagai pemenang lelang tersebut.

Bukan Kali Pertama Grup Hashim Masuk Natuna

Masuknya Nations Petroleum ke WK Natuna D-Alpha bukan kali pertama kelompok usaha Hashim Djojohadikusumo bermain di sektor migas Kepulauan Riau. Arsari Group sebelumnya terlibat dalam pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja Duyung.

Lapangan Gas Mako dioperasikan oleh West Natuna Exploration Limited atau WNEL dan kini memasuki tahap implementasi Final Investment Decision atau FID.

Dalam proyek tersebut, Arsari Group terlibat melalui anak usahanya, PT Nations Natuna Barat. Perusahaan ini nantinya menjadi pemegang mayoritas hak partisipasi di Blok Duyung.

Pengembangan Lapangan Gas Mako dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah, WNEL sebagai operator, dan Nations Natuna Barat. Artinya, sebelum mengamankan WK Natuna D-Alpha, kelompok usaha Hashim sudah lebih dulu punya kaki di kawasan migas lepas pantai Natuna.

Arsari Group juga menyebut keterlibatan tersebut mendapat dukungan pendanaan dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. Pembiayaan itu ditujukan untuk memperkuat pendanaan sekaligus tata kelola proyek.

Hashim menyebut keterlibatan kelompok usahanya dalam proyek Mako merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional.

BACA JUGA:KA 2026 Ganti Skala Nilai, Angka 800 Tak Lagi Berarti 80 Persen

"Dengan pengalaman panjang dan teruji di sektor migas serta dukungan pembiayaan yang solid, kami optimistis proyek ini dapat dijalankan secara profesional, tepat waktu, dan memberikan kontribusi nyata bagi penerimaan negara serta penguatan ketahanan energi Indonesia," ujar Hashim dalam siaran pers di situs perusahaannya pada 9 Maret 2026.

Proyek Mako sendiri dijadwalkan melewati sejumlah tahapan pengembangan. Rangkaian tersebut dimulai dari tahap Pre-FID pada 2025 hingga target First Gas pada November 2027.

Pekerjaannya mencakup engineering, procurement, konstruksi, pengeboran, instalasi lepas pantai, hingga commissioning dan start-up. Lapangan Gas Mako ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal IV 2027.

Kini, setelah Nations Petroleum mengantongi WK Natuna D-Alpha dengan komitmen investasi USD 103,3 juta, nama Hashim kembali muncul di peta migas Natuna. Bedanya, kali ini bukan cuma ikut mengembangkan lapangan yang sudah ada, tetapi membawa komitmen eksplorasi sendiri. Tinggal dibuktikan apakah angka jumbo dalam dokumen lelang tersebut benar-benar berujung pada temuan cadangan dan produksi migas yang bisa dirasakan negara.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya
Berita Terpopuler