Uang Rp70 Triliun Dikembalikan, Tapi Anggaran BGN Justru Naik Gila-Gilaan: Tanda Keberanian atau Risiko Baru?
Anggaran BGN naik gila-gilaan pada 2026 menjadi Rp 335 Triliun, padahal di 2025 uang Rp 70 triliun dikembalikan ke negara-Unicef-
BACA JUGA:BGN Jadi Barisan Gizi Nasionalis, Isinya Lebih Banyak Jenderal daripada Ahli Gizi
Antara Keberanian dan Risiko Fiskal
Para pengamat menilai langkah ini sebagai ujian besar transparansi dan efisiensi anggaran di era pemerintahan baru.
Di satu sisi, lonjakan alokasi BGN bisa dilihat sebagai bentuk keyakinan politik bahwa program ini akan menjadi tonggak sejarah.
Namun di sisi lain, jika tata kelola dan mekanisme penyerapan belum siap, anggaran jumbo bisa berubah jadi risiko besar — baik secara fiskal maupun kepercayaan publik.
“Skala besar memang menggoda, tapi tanpa kesiapan sistem, hasilnya bisa tidak jauh beda dari tahun sebelumnya — hanya lebih besar dampaknya,” ujar salah satu pengamat kebijakan publik yang enggan disebut namanya.
BACA JUGA:Biar Tak Dituduh Tutup-Tutupi, BGN Ajak Masyarakat Sipil Masuk ke Dapur Investigasi
Mimpi Besar, Ujian Lebih Besar
Pemerintahan Prabowo dikenal dengan program berani dan berskala raksasa.
Namun, sebagaimana pepatah lama mengatakan: “Uang besar datang dengan tanggung jawab yang lebih besar.”
Dan untuk BGN, tanggung jawab itu kini bernilai Rp335 triliun.
Apakah ini langkah menuju keberhasilan besar dalam revolusi gizi nasional?
Ataukah justru awal dari ujian berat dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas anggaran?
Waktu yang akan menjawab.
Yang pasti, publik kini menanti — bukan hanya hasilnya, tapi juga caranya.
Artikel serupa juga sudah tayang di postingnews.id dengan judul: BGN Dapat Anggaran Rp335 Triliun untuk 2026, Jadi Lembaga Terkaya di Kabinet
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-