Ahmad Sahroni Muncul di Tanjung Priok: Saya Tidak Korupsi, Foto Keluarga Saya Pun Dijarah!

Ahmad Sahroni Muncul di Tanjung Priok: Saya Tidak Korupsi, Foto Keluarga Saya Pun Dijarah!

Ahmad Sahroni Tampil di Publik, Sentil Isu Pajak dan Pembenci di Media Sosial-@ahmadsahroni88-Instagram

JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Setelah berbulan-bulan tidak terlihat pasca insiden penjarahan rumahnya saat gelombang demonstrasi akhir Agustus lalu, Anggota DPR nonaktif Ahmad Sahroni akhirnya kembali muncul di hadapan warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu 2 November 2025.

Dalam pertemuan itu, Bendahara Umum Partai NasDem tersebut berbicara terbuka soal berbagai tudingan yang dialamatkan kepadanya, termasuk terkait isu korupsi dan penjarahan rumah pribadinya.

“Semua orang membenci saya, semua orang mencari saya. Tapi alhamdulillah, saya tidak korupsi,” ujar Sahroni di hadapan warga yang memenuhi lokasi.

BACA JUGA:Kisah Hidup Pakubuwono XIII: Dari Perebutan Takhta hingga Pemersatu Keraton Surakarta

Singgung Soal Pajak dan Persepsi Publik

Sahroni mengaku kecewa dengan tuduhan yang menyebut bahwa rumahnya dibangun dari uang rakyat.

Menurutnya, banyak pihak yang menilai tanpa memahami situasi sebenarnya.

Ia menegaskan bahwa harta yang dimilikinya merupakan hasil kerja keras, bukan dari praktik korupsi seperti yang dispekulasikan di media sosial.

“Banyak yang bilang rumah saya itu dari uang pajak rakyat. Saya yakin, yang ngomong seperti itu belum tentu bayar pajak. Malah nunggu bantuan sembako,” sindirnya.

Ucapan tersebut mencerminkan rasa frustrasinya terhadap opini publik yang berkembang setelah penjarahan terjadi, di mana sebagian pihak menuding kekayaannya bersumber dari hasil yang tidak sah.

BACA JUGA:Pemko Banda Aceh Gratiskan Iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk 4.800 Pekerja Rentan, Ini Daftarnya

Kehilangan Barang Pribadi dan Foto Keluarga

Politikus yang dikenal dengan julukan Crazy Rich Tanjung Priok itu juga menyoroti hal yang paling ia sesalkan dari insiden penjarahan tersebut: hilangnya barang pribadi hingga foto keluarga.

“Kalau barang-barang diambil, saya masih bisa terima. Tapi foto keluarga ikut digondol, itu yang saya nggak habis pikir. Untuk apa foto keluarga diambil?” kata Sahroni dengan nada kecewa.

Ia menilai peristiwa itu bukan sekadar aksi kriminal, tetapi juga bentuk kebencian yang sengaja digiring oleh pihak-pihak tertentu demi kepentingan politik.

BACA JUGA:ADA Promo Menarik Indomaret Hari Ini, Senin 3 November 2025: Listerine Diskon Murah!

Masih Diperiksa MKD DPR

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya