Diskon PPN Dihapus, Harga Mobil Listrik XPeng Naik Hingga Rp100 Juta di Indonesia
XPENG Resmi Debut di GIIAS 2025, Usung Mobilitas Cerdas Berbasis AI dan Teknologi Masa Depan---Dok. Istimewa
SEMARAKNEWS.CO.ID - Harga mobil listrik di Indonesia mulai mengalami penyesuaian pada tahun 2026 setelah pemerintah menghapus insentif pajak berupa PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).
Salah satu merek yang terdampak kebijakan ini adalah produsen mobil listrik asal China, XPeng.
Sejumlah model mobil listrik XPeng yang dijual di Indonesia kini mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.
Bahkan, untuk model tertentu, kenaikannya bisa mencapai Rp100 juta dibandingkan harga sebelumnya.
Perubahan harga tersebut terjadi setelah insentif PPN yang sebelumnya diberikan pemerintah tidak lagi berlaku pada tahun ini.
PPN Kini Kembali Normal Menjadi 12 Persen
Menurut Hari Arifianto, selaku Vice President Marketing XPeng Indonesia, penyesuaian harga tersebut merupakan dampak langsung dari berakhirnya kebijakan insentif pajak kendaraan listrik.
Sebelumnya, pemerintah memberikan insentif PPN DTP sebesar 10 persen untuk mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) tertentu. Dengan adanya kebijakan tersebut, konsumen hanya perlu membayar PPN sebesar 2 persen dari harga kendaraan.
Namun pada tahun 2026, insentif tersebut sudah tidak lagi berlaku.
“Di website kami sudah memberikan informasi harga terbaru untuk tahun 2026. Jadi harga tersebut sudah memperhitungkan dampak dari berakhirnya insentif potongan PPN,” ujar Hari saat ditemui di Jakarta pada 5 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa saat ini konsumen harus membayar PPN penuh sebesar 12 persen, yang secara otomatis meningkatkan harga jual kendaraan listrik.
“PPN tadinya pelanggan hanya bayar 2 persen, sekarang setiap harga sudah dikenakan 12 persen,” jelasnya.
Harga XPeng X9 Naik Hingga Rp100 Juta
Salah satu model yang mengalami kenaikan harga paling signifikan adalah XPeng X9.
Mobil listrik premium tersebut sebelumnya dibanderol sekitar Rp1 miliar. Namun setelah insentif pajak dihapus, harga jualnya mengalami kenaikan hingga sekitar Rp100 juta.
Menurut Hari, kenaikan ini sejalan dengan besaran pajak yang kini kembali normal.
“Kalau X9 kenaikannya sampai Rp100 jutaan, karena 10 persen dari harga sekitar Rp1 miliar,” katanya.
Saat ini, berdasarkan informasi di situs resmi XPeng Indonesia, XPeng X9 dijual mulai dari Rp1.169.000.000.
Harga XPeng G6 Juga Ikut Naik
Selain X9, model lain yang ikut mengalami kenaikan harga adalah XPeng G6.
Mobil listrik SUV ini sebelumnya dijual dengan harga sekitar Rp619 juta, namun kini mengalami penyesuaian menjadi sekitar Rp679 juta.
Artinya, terjadi kenaikan harga sekitar Rp60 juta hingga Rp70 juta.
“G6 tadinya Rp619 juta, sekarang menjadi Rp679 juta,” ungkap Hari.
Meski demikian, XPeng tetap optimistis bahwa minat konsumen terhadap mobil listrik di Indonesia akan terus tumbuh.
XPeng Percepat Produksi Lokal di Indonesia
BACA JUGA:Khawatir Bikin Defisit APBN, Menkeu Purbaya Masih Hitung-hitungan Soal Insentif Mobil Listrik 2026
Di tengah perubahan kebijakan pajak tersebut, XPeng diketahui sedang mempercepat ekspansi bisnisnya di Indonesia.
Merek ini berada di bawah naungan perusahaan distribusi teknologi Erajaya Active Lifestyle, yang saat ini fokus memperluas penetrasi pasar kendaraan listrik di Tanah Air.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan memproduksi mobil listrik secara lokal.
XPeng diketahui telah mengoperasikan fasilitas perakitan kendaraan di Purwakarta, Jawa Barat.
Pabrik tersebut menggunakan fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor, yang dikenal sebagai salah satu perusahaan manufaktur otomotif di Indonesia.
Menariknya, fasilitas ini menjadi pabrik perakitan pertama XPeng di luar China.
Langkah ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mengembangkan pasar kendaraan listrik di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
Pasar Mobil Listrik Indonesia Tetap Prospektif
Meskipun harga mobil listrik mengalami kenaikan akibat perubahan kebijakan pajak, prospek pasar kendaraan listrik di Indonesia masih dinilai sangat menjanjikan.
Pertumbuhan infrastruktur pengisian daya, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, serta dukungan kebijakan pemerintah menjadi faktor penting yang mendorong perkembangan pasar ini.
Sejumlah produsen global juga mulai menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan listrik untuk pasar regional.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-