Penjualan Mobil Listrik Indonesia Naik 20 Persen pada Februari 2026, Merek Ini Pimpin Pasar
5 Mobil Listrik Terbaru 2026 Resmi Hadir di Indonesia : dari Crossover hingga MPV-@oto-Instagram
SEMARAKNEWS.CO.ID - Pasar kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
Penjualan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) mengalami peningkatan pada Februari 2026, menandakan minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan semakin tinggi.
Berdasarkan data wholesales yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi mobil listrik dari pabrik ke dealer pada Februari 2026 mencapai 12.272 unit.
Angka ini mengalami peningkatan sekitar 20 persen dibandingkan Januari 2026 yang tercatat sebanyak 10.236 unit.
Kenaikan tersebut menjadi sinyal positif bagi industri otomotif nasional sekaligus menunjukkan bahwa kendaraan listrik mulai mendapat tempat yang semakin kuat di pasar domestik.
BACA JUGA:Uwinfly M110G: Motor Listrik Rp13 Jutaan dengan Tenaga 3000 Watt, Bisa Tempuh 100 Km Sekali Cas
Permintaan Mobil Listrik Terus Tumbuh
Peningkatan penjualan BEV tidak hanya menunjukkan minat konsumen yang meningkat, tetapi juga mencerminkan kesiapan produsen otomotif dalam memenuhi kebutuhan pasar.
Seiring dengan meningkatnya permintaan, berbagai produsen mobil listrik kini mulai meningkatkan pasokan kendaraan ke dealer di seluruh Indonesia.
Fenomena ini juga sejalan dengan berbagai kebijakan pemerintah yang mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik, mulai dari insentif pajak hingga pembangunan infrastruktur pengisian daya.
Dengan semakin banyaknya model mobil listrik yang tersedia di pasar, konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan dengan harga yang semakin kompetitif.
Produksi Mobil Listrik Ikut Meningkat
Selain dari sisi penjualan, kapasitas produksi mobil listrik di dalam negeri juga mengalami peningkatan.
Data Gaikindo menunjukkan produksi kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia mencapai 5.334 unit pada Februari 2026.
Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan produksi pada bulan sebelumnya.
Kenaikan produksi ini menunjukkan bahwa produsen mulai menyesuaikan kapasitas manufaktur untuk mengimbangi peningkatan permintaan kendaraan listrik di pasar Indonesia.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat produksi kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.
BYD Pimpin Penjualan Mobil Listrik
Dari sisi merek, produsen otomotif asal China, BYD, berhasil menjadi pemimpin pasar mobil listrik di Indonesia pada Februari 2026.
Perusahaan tersebut mencatat penjualan wholesales sebanyak 4.653 unit hanya dalam satu bulan.
Jika dihitung secara kumulatif sejak Januari 2026, total distribusi mobil listrik BYD telah mencapai 9.532 unit.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa merek tersebut semakin kuat dalam persaingan pasar kendaraan listrik nasional.
BYD dikenal memiliki portofolio mobil listrik yang cukup lengkap, mulai dari sedan hingga SUV, yang membuatnya mampu menjangkau berbagai segmen konsumen.
Jaecoo Tunjukkan Performa Mengesankan
Selain BYD, merek otomotif lain yang juga mencuri perhatian adalah Jaecoo.
Salah satu model andalannya, Jaecoo J5 Premium, berhasil mencatat penjualan 2.926 unit pada Februari 2026.
Jika dihitung secara kumulatif sejak awal tahun, total wholesales Jaecoo sudah mencapai 4.868 unit.
Angka tersebut menunjukkan bahwa merek ini mulai mendapat respons positif dari konsumen Indonesia.
Dengan desain modern dan fitur teknologi yang lengkap, Jaecoo menjadi salah satu pemain baru yang cukup agresif di pasar kendaraan listrik.
Wuling Tetap Bertahan di Segmen Populer
Di posisi berikutnya, Wuling Motors juga berhasil mencatatkan penjualan mobil listrik yang cukup kuat.
Pada Februari 2026, wholesales mobil listrik Wuling mencapai 1.124 unit.
Secara kumulatif sepanjang tahun berjalan, total distribusi kendaraan listrik Wuling telah mencapai 1.992 unit.
Wuling selama ini dikenal sebagai salah satu pelopor mobil listrik terjangkau di Indonesia, terutama melalui berbagai model kendaraan listrik kompak yang populer di kalangan masyarakat perkotaan.
Geely Ikut Menembus Penjualan 1.000 Unit
Selain Wuling, produsen otomotif asal China lainnya, Geely, juga berhasil mencatat penjualan di atas 1.000 unit pada Februari 2026.
Pencapaian tersebut semakin memperketat persaingan di pasar mobil listrik Indonesia yang kini semakin ramai dengan kehadiran berbagai merek global.
Dengan semakin banyaknya pemain baru, konsumen mendapatkan lebih banyak pilihan kendaraan listrik dengan teknologi dan harga yang beragam.
Persaingan Pasar Mobil Listrik Semakin Ketat
Pertumbuhan penjualan mobil listrik di Indonesia tidak lepas dari berbagai faktor pendukung.
Selain meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, pemerintah juga terus mendorong penggunaan kendaraan listrik melalui berbagai kebijakan.
Beberapa di antaranya meliputi:
- Insentif pajak kendaraan listrik
- Dukungan pengembangan industri baterai
- Pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU)
- Program percepatan elektrifikasi kendaraan
Dengan berbagai dukungan tersebut, industri kendaraan listrik di Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.
Prospek Mobil Listrik di Indonesia
Melihat tren penjualan yang terus meningkat, pasar kendaraan listrik Indonesia diprediksi masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar.
Indonesia sendiri memiliki posisi strategis dalam rantai pasok kendaraan listrik global, terutama karena kekayaan sumber daya mineral seperti nikel yang menjadi bahan utama produksi baterai.
Dengan kombinasi antara potensi pasar domestik yang besar, dukungan pemerintah, serta investasi dari berbagai produsen otomotif global, industri mobil listrik nasional diperkirakan akan terus berkembang pesat.
Jika tren pertumbuhan ini berlanjut, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi salah satu pasar kendaraan listrik terbesar di kawasan Asia Tenggara dalam beberapa tahun mendatang.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-