Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.131 Triliun, Tapi Pangsa Pasarnya Masih Kalah Telak dari Konvensional
BI menyebut ekonomi syariah Indonesia berpotensi jadi sumber pertumbuhan baru dengan aset keuangan syariah mencapai Rp3.131 triliun.-Foto: Antara-
JAKARTA, Semaraknews.co.id — Industri keuangan syariah Indonesia boleh saja sedang pesta kecil. Total asetnya sudah menembus Rp3.131,02 triliun pada 2025, tumbuh 8,56 persen secara tahunan dan menjadi level tertinggi sejak industri keuangan syariah berkembang di Indonesia. Namun, di balik angka jumbo tersebut, masih ada pekerjaan rumah yang tidak bisa ditutup dengan sekadar tepuk tangan.
Angka tersebut tercantum dalam Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) 2025 yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pertumbuhan industri keuangan syariah berlangsung seiring implementasi berbagai kebijakan dan dukungan pemerintah.
Menurut Friderica, perkembangan tersebut bukan cuma soal aset yang makin besar. Ia menilai kualitas dan daya saing industri juga ikut meningkat. “Pencapaian ini perlu terus dijaga untuk memastikan sektor jasa keuangan tetap stabil di tengah tingginya ketidakpastian perekonomian global,” kata Friderica dalam siaran pers, Kamis, 6 Agustus 2026.
LPKSI 2025 mencatat kinerja industri keuangan syariah tetap positif di tengah gejolak ekonomi global. Dari sektor perbankan syariah, total aset mencapai Rp1.067,73 triliun atau tumbuh 8,92 persen.
Sementara itu, aset pasar modal syariah di luar kapitalisasi saham syariah mencapai Rp1.875,25 triliun atau meningkat 8,18 persen. Adapun sektor industri keuangan nonbank syariah juga mencatat pertumbuhan dua digit.
Aset perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun syariah mencapai Rp74,27 triliun atau tumbuh 10,59 persen. Sementara aset lembaga pembiayaan, perusahaan modal ventura, lembaga keuangan mikro, dan lembaga jasa keuangan lainnya mencapai Rp124,51 triliun atau meningkat 10,29 persen.
BACA JUGA:Isu Kerusuhan Jelang HUT RI Mencuat, Mensesneg Lempar Bola Pengamanan ke TNI-Polri
Friderica mengatakan pertumbuhan industri tersebut turut ditopang fundamental ekonomi nasional yang masih terjaga. Ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat tumbuh 5,11 persen.
Memasuki 2026, aset industri keuangan syariah masih bertambah. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK sekaligus Ketua Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS), Dian Ediana Rae, mencatat total aset meningkat dari Rp3.131,02 triliun pada Desember 2025 menjadi Rp3.156,89 triliun per Maret 2026.
Dian menilai pertumbuhan tersebut menunjukkan implementasi kebijakan OJK bersama para pemangku kepentingan berjalan positif dan menopang prospek industri keuangan syariah.
“OJK sebagai regulator sektor jasa keuangan terus memberikan dukungan bagi pengembangan keuangan syariah di Indonesia serta penguatan fungsi koordinasi lintas lembaga,” kata Dian kepada wartawan baru-baru ini.
Untuk memperbesar daya saing, OJK terus memperkuat koordinasi lintas lembaga melalui KPKS serta Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023-2027. Peta jalan tersebut menjadi acuan transformasi dan penguatan industri perbankan syariah.
Dalam implementasinya, OJK mendorong konsolidasi perbankan syariah sekaligus mengembangkan produk dan model bisnis yang memiliki karakteristik syariah. OJK juga telah menerbitkan sembilan pedoman produk perbankan syariah serta POJK Nomor 4 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Produk Investasi Perbankan Syariah.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-