Tambang Dikeruk, Rakyat Cuma Kebagian Debu, Megawati Sentil Keserakahan Penguasa SDA

Tambang Dikeruk, Rakyat Cuma Kebagian Debu, Megawati Sentil Keserakahan Penguasa SDA

Megawati Soekarnoputri mengkritik keserakahan dalam eksploitasi SDA. Ia menilai kekayaan alam harus dikelola demi negara dan kesejahteraan rakyat.-@presidenmegawati-Instagram

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyentil perilaku pihak-pihak yang dinilainya terlalu rakus mengeruk kekayaan alam Indonesia. Menurutnya, tambang dan sumber daya alam kini banyak dieksploitasi bukan untuk kepentingan negara, apalagi kesejahteraan rakyat, melainkan demi keuntungan segelintir orang.

“Bukan buat pemerintah, bukan buat rakyat,” ujar Megawati saat berpidato dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia yang digelar PDIP di halaman Masjid At-Taufiq, Jakarta Selatan, Senin, 17 Agustus 2026.

Presiden kelima RI itu mengatakan peringatan kemerdekaan semestinya tidak berhenti pada upacara, bendera, dan pidato tahunan. Momentum tersebut harus digunakan untuk kembali memperkuat keyakinan bahwa Indonesia merupakan satu kesatuan bangsa.

Menurut Megawati, masyarakat juga perlu kembali belajar sejarah dan menghormati perjuangan para pendiri bangsa. Sebab kemerdekaan yang diraih Indonesia bukan hadiah cuma-cuma, melainkan hasil perjuangan yang membawa konsekuensi besar bagi generasi setelahnya.

BACA JUGA:Instagram Kabinet Bayangan Dibajak, Penipu Tebar Giveaway Palsu hingga Jual iPhone Murah

Ia kemudian menyoroti kekayaan sumber daya alam Indonesia, baik yang berada di darat maupun di laut. Jika dikelola dan dimanfaatkan dengan benar, kekayaan tersebut semestinya dapat memberikan manfaat bagi negara sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Masalahnya, kata Megawati, kekayaan alam justru bisa berubah menjadi petaka ketika eksploitasi dilakukan secara serampangan dan hanya mengejar keuntungan. Sumber daya yang seharusnya menjadi modal pembangunan malah berpotensi meninggalkan kerugian bagi generasi yang belum lahir.

“Bagaimana nanti anak cucu kita, miskin,” ucapnya.

Megawati kemudian mengingatkan kembali gagasan Pola Pembangunan Semesta dan Berencana yang pernah diperkenalkan pada era pemerintahan Presiden Sukarno. Menurutnya, konsep tersebut merupakan bagian dari upaya menerjemahkan cita-cita besar Indonesia agar benar-benar berdiri sebagai bangsa yang merdeka.

“Mimpi (merdeka) bukanlah mimpi masa lalu, itu adalah pekerjaan sejarah yang belum selesai,” ujar Megawati.

BACA JUGA:Prabowo Masih Ragu ke NTT Meski Sudah 50 Nyawa Melayang, Menteri Dikirim Duluan

Bagi Megawati, kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan secara formal. Kemerdekaan juga harus tercermin dari kemampuan Indonesia mengelola kekayaan sendiri dan memastikan hasil pembangunan tidak hanya berputar di tangan mereka yang kebetulan punya kuasa dan akses.

Ia menilai Indonesia memiliki sejarah panjang sebagai bangsa pejuang. Karena itu, karakter tersebut semestinya diteruskan dalam bentuk kemandirian, kedisiplinan, dan keberanian untuk menentukan arah pembangunan sendiri.

“Bangsa yang seharusnya bisa lebih berdiri di atas kaki sendiri, berdisiplin tinggi, dan menjadi pemimpin di antara-antara bangsa di dunia ini,” kata Megawati.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya
Berita Terpopuler