Prabowo Bicara Korupsi di Muktamar NU, Ratusan Triliun Diklaim Bisa Dihemat
Prabowo menyoroti korupsi saat membuka Muktamar NU ke-35. Ia menyebut ratusan triliun rupiah telah dihemat pemerintah dari berbagai upaya.-Foto: Antara-
JAKARTA, Semaraknews.co.id — Korupsi kembali menjadi topik yang dibawa Presiden Prabowo Subianto ketika membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur, Kamis, 27 Agustus 2026. Di hadapan keluarga besar NU, Prabowo menyebut praktik Korupsi telah membuat kekayaan negara menguap, bahkan sebagian dibawa kabur ke luar negeri.
“Kita harus berani memberantas korupsi karena korupsi ini yang mengakibatkan banyak kekayaan kita hilang, dibawa lari ke luar negeri,” kata Prabowo dalam sambutannya yang disiarkan Sekretariat Presiden.
Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan pemberantasan korupsi bukan perkara receh. Jika kebocoran akibat korupsi bisa ditekan, menurut dia, uang negara yang diselamatkan dapat mencapai triliunan rupiah.
Prabowo juga mengklaim pemerintahannya telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satu hasil yang disebutnya adalah penghematan anggaran dalam jumlah besar.
“Dari penghematan-penghematan kita, sudah ratusan triliun yang bisa kita hemat,” tutur Prabowo.
BACA JUGA:DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan pada 15 Desember 2026 Usai Bertemu Perwakilan Warga Pati
Uang hasil penghematan itu, kata Prabowo, kemudian diarahkan untuk membiayai berbagai program yang menyasar masyarakat miskin dan kelompok yang dianggap tidak berdaya. Dengan kata lain, uang yang sebelumnya disebut berpotensi bocor diupayakan kembali masuk ke program yang langsung menyentuh masyarakat.
Di tengah pidato soal korupsi itu, kehadiran Prabowo dalam Muktamar NU juga dijelaskan pemerintah sebagai bentuk penghormatan terhadap organisasi yang telah berusia lebih dari satu abad tersebut. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan NU memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa Indonesia.
“Bapak Presiden menaruh penghormatan yang besar terhadap kontribusi para ulama, kiai, santri, dan seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama bagi bangsa dan negara,” kata Teddy.
Pidato Prabowo soal korupsi tersebut berlangsung pada hari yang sama ketika demonstrasi digelar di depan Gedung MPR, DPR, dan DPD di Jakarta. Massa yang datang dari berbagai daerah membawa sejumlah tuntutan, termasuk mendesak pemerintah dan DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.
BACA JUGA:Elektabilitas Dedi Mulyadi Meledak, Prabowo Terancam Jadi Penonton di 2029?
Tak hanya itu, demonstran juga menuntut hukuman mati bagi koruptor. Jadi, ketika di Jombang Prabowo bicara soal kekayaan negara yang hilang akibat korupsi, di Jakarta sebagian masyarakat sedang menagih langkah yang lebih konkret untuk membuat para pelaku korupsi benar-benar kehilangan hasil kejahatannya.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-