Pelajar Ditangkap Saat Demo, Pulang-Pulang Disambangi Polisi dan Tentara untuk Ikut Bela Negara

Pelajar Ditangkap Saat Demo, Pulang-Pulang Disambangi Polisi dan Tentara untuk Ikut Bela Negara

Pelajar yang ditangkap saat demo Agustus diminta ikut bela negara KKRI. YLBHI menyoroti hak kebebasan berpendapat dan dugaan unsur pemaksaan.-Foto: Antara-

Sementara itu, Rico Ricardo Sirait kembali menegaskan bahwa pelibatan pelajar yang sebelumnya ditahan polisi bukan bentuk hukuman karena mengikuti demonstrasi.

“Bukan sebagai sanksi terhadap penyampaian pendapat atau partisipasi dalam demonstrasi,” ucapnya.

Rico juga menyatakan Kementerian Pertahanan tidak pernah menginstruksikan bintara pembina desa untuk memaksa atau mendatangi kediaman calon peserta pelatihan bela negara.

“Sebab, keikutsertaan program ini bersifat sukarela,” tuturnya.

Pernyataan tentang kesukarelaan itu menjadi bagian penting dari polemik ini. Sebab, ketika seorang mahasiswa didatangi orang yang mengaku polisi dan tentara, lalu diminta membuat surat pernyataan dengan tanda tangan pengurus lingkungan, pertanyaan mengenai sejauh mana kebebasan memilih masih terbuka untuk dibahas.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya
Berita Terpopuler