Dokter Beri Isyarat Pengidap Diabetes Masih Boleh Makan Nasi Putih, Asalkan dengan Porsi Terukur
Dokter Beri Isyarat Pengidap Diabetes Masih Boleh Makan Nasi Putih, Asalkan dengan Porsi Terukur--
SEMARAKNEWS.CO.ID - Pengidap diabetes masih diperbolehkan mengonsumsi nasi putih, tetapi porsinya perlu disesuaikan dengan kebutuhan karbohidrat masing-masing.
Menurut dr Yaze, nasi yang dimakan ketika masih terlalu panas atau hangat dapat meningkatkan indeks glikemik secara lebih cepat. Kondisi itu berpotensi membuat kadar gula darah meningkat setelah makan.
Ia memberi contoh hasil pemeriksaan gula darah sewaktu setelah makan yang dapat mencapai angka 200–300. Angka tersebut merupakan ilustrasi dalam penjelasan dokter, bukan target maupun nilai yang berlaku untuk seluruh pengidap diabetes.
BACA JUGA:Jangan Tunggu Bulu Sikat Gigi 'Gondrong', Kenali Tanda- tanda Sudah Menjadi Sarang Bakteri Berbahaya
Salah satu cara yang dibagikan ialah menunggu nasi sampai mencapai suhu ruang. Alternatif lain adalah menyimpan nasi dalam wadah tertutup di kulkas semalaman, kemudian memakannya pada pagi atau siang hari.
Nasi yang telah didinginkan tidak perlu digoreng atau diberi bumbu tambahan. Nasi dapat dimakan seperti biasa setelah suhunya sesuai. Jika tidak menyukai nasi dingin, pasien dapat menunggu sampai nasi mencapai suhu ruang.
Penurunan suhu nasi disebut membantu menekan indeks glikemik sehingga kenaikan insulin tidak berlangsung terlalu cepat setelah makan. Namun, hasilnya tetap dapat berbeda bergantung pada porsi, lauk, aktivitas, obat, dan kondisi kesehatan setiap orang.
BACA JUGA:Viral! Penggunaan Masker Dibasahi Disebut Lebih Efektif Tangkal Abu, Ini Penjelasan Dokter Paru
Pengidap diabetes juga diimbau mengurangi kue, minuman manis seperti es teh, serta buah yang disebut tinggi gula, antara lain semangka dan anggur. Pengurangan tersebut perlu menjadi bagian dari pengaturan pola makan secara keseluruhan.
Mengonsumsi nasi putih bukan berarti bebas tanpa batas. Porsi karbohidrat harus dihitung dan dikombinasikan dengan protein, sayur, serta sumber serat. Pasien sebaiknya mengikuti rencana makan yang diberikan dokter atau ahli gizi.
Pemeriksaan gula darah tetap penting untuk mengetahui respons tubuh setelah makan. Cara penyajian nasi dapat menjadi salah satu strategi, tetapi bukan pengganti obat, konsultasi, atau pemantauan rutin.
BACA JUGA:Teh Manis dan Kopi Dituding Bikin Gemuk, Dokter Ungkap Fakta Sebenarnya
Respons gula darah juga dapat dipengaruhi obat, aktivitas fisik, waktu makan, dan kombinasi lauk. Karena itu, trik mendinginkan nasi tidak boleh dianggap sebagai izin untuk makan dalam jumlah bebas. Pengidap diabetes perlu mencatat hasil pemantauan dan membicarakannya dengan dokter.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-