Survei Poltracking: Elektabilitas Gerindra Tertinggi, Capai 23,2 Persen
Survei Poltracking menempatkan Gerindra sebagai partai dengan elektabilitas tertinggi sebesar 23,2 persen, disusul PDIP dan Golkar.-Foto: Dok. Gerindra-
JAKARTA, Semaraknews.co.id — Partai Gerindra kembali berada di posisi teratas dalam survei elektabilitas partai politik terbaru Poltracking Indonesia. Dalam simulasi surat suara yang dirilis pada Rabu, 23 September 2026, partai yang dipimpin Prabowo Subianto itu memperoleh elektabilitas 23,2 persen.
Angka tersebut memang menempatkan Gerindra di urutan teratas. Namun, ada satu angka lain yang tak kalah menarik. Sebanyak 25,3 persen responden justru menjawab tidak tahu atau tidak menjawab ketika ditanya pilihan politiknya. Jadi, di tengah partai sibuk menghitung elektabilitas, seperempat responden masih belum menentukan akan mencoblos siapa.
“Dalam simulasi surat suara yang diikuti 18 partai politik, Gerindra ada di urutan pertama dengan 23,2 persen,” kata Peneliti Poltracking Indonesia Yoki Alvetro dalam pemaparan hasil survei.
PDI Perjuangan berada di posisi berikutnya dengan elektabilitas 11,6 persen. Partai Golkar menyusul dengan 10,4 persen. Setelah itu ada Partai Kebangkitan Bangsa dengan 6,2 persen dan Partai Demokrat sebesar 6,1 persen.
Partai NasDem memperoleh 4,4 persen. Sementara Partai Amanat Nasional berada di angka 3,4 persen dan Partai Keadilan Sejahtera 3,3 persen. PSI tercatat 2,3 persen dan PPP 1,9 persen.
BACA JUGA:Harta Kekayaan Bos AI Meta Capai Rp57 Triliun, tapi Kausnya Cuma Rp537 Ribu
Untuk partai-partai lain, angkanya makin tipis. Perindo memperoleh 0,6 persen, Partai Buruh 0,5 persen, dan Hanura 0,3 persen. Partai Ummat, PBB, Partai Garuda, PKN, dan Gelora masing-masing hanya memperoleh 0,1 persen.
Survei ini juga mencoba melihat apa yang membuat seseorang memilih partai politik. Salah satu temuan Poltracking menunjukkan pilihan terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden ikut memengaruhi pilihan terhadap partai. Sebanyak 32,8 persen pemilih disebut terpengaruh oleh pilihan pasangan calon presiden dan wakil presidennya.
Meski berada di posisi teratas, perjalanan elektabilitas Gerindra dalam beberapa survei terakhir tidak sepenuhnya menanjak. Pada Oktober 2025, elektabilitas Gerindra berada di angka 24,1 persen. Angka tersebut kemudian naik menjadi 26,1 persen pada Maret 2026.
Setelah mencapai titik tersebut, angkanya kembali turun. Pada Mei 2026 elektabilitas Gerindra tercatat 25,9 persen, kemudian menjadi 23,5 persen pada Juli dan 23,2 persen dalam pengambilan data Agustus 2026. Dengan kata lain, posisi pertama memang masih ditempati, tetapi angka yang mengisinya bergerak turun dalam beberapa bulan terakhir.
Survei Poltracking bertajuk “Membaca Peta Elektoral dan Dinamika Partai Politik” ini dilakukan pada 14–20 Agustus 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.220 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi.
BACA JUGA:Jokowi Buka Suara soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Singgung Sekolah di Singapura
Poltracking menggunakan metode stratified multistage random sampling. Survei tersebut memiliki margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Karena itu, angka elektabilitas dalam survei perlu dibaca sebagai potret opini responden pada periode pengambilan data, bukan sebagai hasil pemilu atau kepastian pilihan pemilih di masa mendatang.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-