Prabowo Klaim Tak Pandang Bulu Berantas Korupsi, Kawan Sendiri Ikut Diseret

Prabowo Klaim Tak Pandang Bulu Berantas Korupsi, Kawan Sendiri Ikut Diseret

Prabowo menyentil pakar yang mengkritiknya dan mengutip Al-Baqarah Ayat 191 saat bicara kejujuran intelektual dalam HUT ke-28 PAN.-Foto: Antara-

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Presiden Prabowo Subianto kembali mengumbar komitmennya memberantas korupsi tanpa pandang bulu. Dalam program Presiden Menjawab yang disiarkan Rabu, 16 September 2026, Prabowo mengklaim orang-orang dekatnya pun tidak kebal hukum.

Salah satu contoh yang dibawa Prabowo adalah kasus dugaan korupsi tata kelola proyek makan bergizi gratis alias MBG. Kasus ini turut menyeret Dadan Hindayana, mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang sebelumnya pernah menjadi anggota tim sukses Prabowo.

Prabowo menyebut Dadan bukan orang sembarangan dalam lingkaran politiknya. Selain pernah menjadi tim sukses, Dadan juga disebut sebagai bagian dari tim pakar Prabowo. Bahkan, Prabowo mengaku dirinya yang mengangkat Dadan sebagai Kepala BGN sebelum menyerahkan kasus tersebut kepada Kejaksaan.

“Saya sudah membuktikan. Pak Dadan itu tim sukses saya, tim pakar saya. Saya yang mengangkatnya sebagai Kepala BGN. Saya juga yang menyerahkannya ke Kejaksaan,” ujar Prabowo, dikutip dari keterangan pers Badan Komunikasi Pemerintah RI.

Bagi Prabowo, kedekatan politik tidak semestinya menjadi tiket bebas dari jerat hukum. Namun, dalam praktik pemberantasan korupsi, klaim ketegasan tentu perlu dilihat bersama proses hukum dan hasil penanganan perkara yang berjalan.

Contoh lain yang disampaikan Prabowo adalah penyitaan aset Hotel Sultan, yang dikelola PT Indobuildco. Presiden Direktur perusahaan tersebut, Pontjo Sutowo, disebut sebagai kawan Prabowo.

BACA JUGA:Indonesia-Kanada Bahas Energi dan Mineral Kritis, Airlangga Hartarto Tawarkan Sektor Unggulan Paling Potensial

Prabowo mengaku tetap mengambil tindakan terhadap aset tersebut meskipun banyak pihak melobi dirinya. Pertemanan, kata dia, tidak boleh mengalahkan kepentingan negara.

“Berapa banyak yang sudah saya serahkan, dan berapa banyak aset yang sudah kita sita? Hotel Sultan itu, wah, banyak yang melobi saya. Mungkin Pak Pontjo dianggap tokoh dan memang kawan saya juga. Tapi saya tidak punya kawan, ini negara,” tutur Prabowo.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo ketika menjelaskan upayanya mencegah konflik kepentingan sejak masih menjabat Menteri Pertahanan pada 2019. Ia mengklaim telah mengumpulkan keluarga dan orang-orang dekatnya di Partai Gerindra sejak hari pertama menjabat.

Dalam pertemuan itu, Prabowo mengaku melarang mereka mencari proyek bisnis di Kementerian Pertahanan. Alasannya, jabatan publik tidak semestinya menjadi pintu masuk bagi kepentingan bisnis keluarga maupun kelompok politik.

“Begitu saya menjadi Menteri Pertahanan, pada hari pertama saya menjabat, malam pertama saya mengumpulkan semua keluarga saya dan semua orang dekat saya di Gerindra. Saya bilang, mulai besok saya akan menjadi Menteri Pertahanan, kalian semua tidak boleh ikut mencari bisnis di Kementerian Pertahanan,” kata dia.

BACA JUGA:LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi, Jalur 12,2 Kilometer Ditargetkan Angkut 80 Ribu Orang per Hari

Prabowo juga mengklaim telah memberikan peringatan serupa kepada kader Gerindra setelah dirinya terpilih menjadi Presiden. Para kader diminta tidak menganggap kedekatan dengan kepala negara sebagai jaminan keselamatan ketika melakukan pelanggaran hukum.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya
Berita Terpopuler