Laga Perpisahan Lionel Messi Bikin Scaloni Menangis, Apa Arti Akhir Era Argentina?
Laga Perpisahan Lionel Messi Bikin Scaloni Menangis, Ini Jejak Era Argentina--Reuters
SEMARAKNEWS.CO.ID - Lionel Scaloni tak kuasa menahan air mata ketika lagu kebangsaan Argentina diperdengarkan sebelum kick-off laga perpisahan Lionel Messi melawan Benin. Tangis pelatih La Albiceleste itu makin terlihat saat lagu memasuki bagian yang penuh emosi.
Momen tersebut memperlihatkan beratnya perpisahan dengan Messi, yang memasuki penghujung perjalanan bersama Timnas Argentina setelah sekitar dua dekade. Pensiunnya dari sepak bola internasional menjadi titik penting bagi negara yang menjadikan sang kapten bagian dari banyak momen besar.
BACA JUGA:Timnas Indonesia Naik ke Posisi 116 Ranking FIFA Usai Kazakhstan Gagal Menang di Nations League
Kontribusi Messi, menurut laporan ini, tidak berhenti pada gol dan assist. Ia berada di pusat perjalanan Argentina ketika tim itu meraih sejumlah prestasi dalam beberapa tahun terakhir. Di bawah arahan Scaloni, Argentina juga melewati salah satu periode paling sukses dalam sejarah modernnya.
Kedekatan Scaloni dan Messi dibangun jauh sebelum hubungan pelatih-pemain. Keduanya pernah berada dalam satu tim di Piala Dunia 2006. Kala itu, Scaloni masih berstatus pemain, sedangkan Messi mulai menunjukkan potensinya di panggung sepak bola terbesar dunia.
Sekitar satu dekade kemudian, Scaloni bekerja bersama Messi sebagai bagian dari staf kepelatihan Argentina. Ia lalu dipercaya menjadi pelatih kepala. Kolaborasi tersebut menghasilkan dua gelar Copa América dan satu trofi Piala Dunia, dengan Messi sebagai salah satu pemain utama.
BACA JUGA:MK Tak Terima Gugatan Denny Indrayana Soal Pendidikan, Kubu Gibran Ungkap Alasan Polemik Diakhiri
Scaloni memang dikenal terbuka dalam menunjukkan emosi. Saat Piala Dunia, para asistennya bahkan menjulukinya “La Llorona” atau “si tukang nangis” karena ia tidak segan memperlihatkan perasaan dalam berbagai situasi.
Akun X Siempre Con Argentina menulis, “La emoción de Lionel Scaloni apenas empezó a sonar el himno. Este tipo ama a Argentina. Ama a Messi.” Artinya, emosi Scaloni baru mulai tampak ketika lagu kebangsaan berbunyi; unggahan itu menyebut ia mencintai Argentina dan Messi.
BACA JUGA:APBN 2027 Digenjot, Pemerintah Mau Ekonomi Ngebut tapi Dompet Negara Tetap Dikunci
Argentina tetap memiliki peluang menjadi salah satu kekuatan utama setelah era Messi. Generasi baru akan melanjutkan perjuangan La Albiceleste, meski kehilangan sosok yang selama bertahun-tahun menjadi pusat permainan sekaligus simbol tim bukan perkara mudah.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-