Kesemutan Pada Tangan Menjalar ke Lengan? Ini Beda CTS dan Radikulopati Servikal, Simak Pejelasannya

Kesemutan Pada Tangan Menjalar ke Lengan? Ini Beda CTS dan Radikulopati Servikal, Simak Pejelasannya

Kesemutan Pada Tangan Menjalar ke Lengan? Ini Beda CTS dan Radikulopati Servikal, Simak Pejelasannya--

 

SEMARAKNEWS.CO.ID - Kesemutan, kebas, atau sensasi seperti tertusuk-tusuk pada tangan yang berulang di malam hari sebaiknya tidak langsung dianggap akibat posisi tidur. Keluhan ini bisa berkaitan dengan Carpal Tunnel Syndrome (CTS ) di pergelangan tangan atau gangguan saraf dari leher, termasuk radikulopati servikal. Keduanya mengenai lokasi saraf berbeda sehingga sumbernya perlu dinilai.

 

Pada CTS, saraf utama yang melewati jalur sempit di pergelangan tangan mengalami tekanan. Menurut dr. Puspasari, Sp.N, FIOM, FEEG, FPSG, F.Neurosomnologi, FEMG, KHS, gejalanya biasanya berupa kesemutan atau kebas pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis.

BACA JUGA:Pasien Kanker Tak Cuma Butuh Terapi, Ini Alasan MRCCC Perkuat Perawat Onkologi Kini

Keluhan sering lebih kuat pada malam hari hingga membangunkan pasien. Tahap lanjut dapat ditandai tangan lemah, mudah menjatuhkan benda, atau kesulitan melakukan gerakan halus. Menggoyangkan tangan kadang meringankan rasa tersebut.

 

Sementara itu, saraf yang keluar dari tulang belakang leher dapat mengalami iritasi atau tekanan. Penyebabnya dapat berkaitan dengan perubahan tulang belakang, penyempitan jalur saraf, atau masalah diskus.

Nyeri bisa bermula dari leher lalu menjalar ke bahu, lengan, dan jari, disertai kebas atau kelemahan otot tertentu. Namun, gangguan ini tidak selalu disertai nyeri leher berat. Pada sebagian orang, kesemutan atau kebas di tangan justru menjadi keluhan yang paling terasa.

BACA JUGA:Nutrisi Beras Fortifikasi Bisa Berkurang, Begini Cara Mencucinya yang Benar Menurut Pakar Gizi

 

Lokasi keluhan menjadi petunjuk, tetapi belum cukup untuk memastikan penyebab. Dokter menilai pola gejala, kondisi saraf, kekuatan otot, refleks, serta area tangan atau lengan yang mengalami gangguan rasa.

Bila diperlukan, EMG/NCS mengukur hantaran sinyal listrik saraf dan aktivitas listrik otot untuk membantu melihat lokasi serta tingkat gangguan, termasuk membedakan CTS, gangguan dari leher, saraf tepi lain, atau kombinasi.

 

MRI menilai struktur tubuh, sedangkan EMG/NCS menilai fungsi saraf dan otot. Perubahan pada MRI belum tentu menjadi penyebab utama, sehingga hasilnya perlu dikaitkan dengan pemeriksaan klinis. Pemeriksaan klinis, MRI, dan EMG/NCS pada kondisi tertentu dapat saling melengkapi untuk memahami kesesuaian kelainan dengan keluhan pasien.

BACA JUGA:Jangan Tunggu Bulu Sikat Gigi 'Gondrong', Kenali Tanda- tanda Sudah Menjadi Sarang Bakteri Berbahaya

 

Bethsaida Hospital Gading Serpong disebut menyediakan layanan neurologi terintegrasi melalui Neuroscience Center, termasuk EMG/NCS. Periksakan diri bila keluhan berulang, makin sering, membangunkan saat tidur, tidak membaik, disertai nyeri menjalar atau kelemahan, atau mengganggu aktivitas. Kesemutan adalah gejala, bukan diagnosis.

 

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya
Berita Terpopuler