Agus Suparmanto dan Mardiono Sama-sama Klaim Aklamasi Ketum PPP

Senin 29-09-2025,05:34 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semaraknews.co.id – Muktamar ke-10 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) makin panas. Setelah kubu Plt Ketum Muhammad Mardiono lebih dulu mengklaim menang secara aklamasi pada Sabtu, 28 September 2025, malam, esok harinya giliran Muhammad Romahurmuziy tampil di Ancol dengan gebrakan bahwa Agus Suparmanto yang sah menjadi ketua umum.

Rommy—sapaan Romahurmuziy—berdiri di panggung Tasyakuran Muktamar X PPP dan dengan percaya diri menyatakan, “Muktamar ke-10 telah usai dengan penutupan tadi malam (dini hari). Acara sore hari ini adalah tasyakuran, dimana kita mensyukuri PPP telah memiliki pemimpin baru, Bapak Agus Suparmanto.”

Ia bahkan menuding ada media yang kebablasan memberitakan Mardiono terpilih aklamasi. “Ada beberapa media, mungkin dua atau tiga, yang menerbitkan pemberitaan jauh menyimpang dari apa yang terjadi di arena muktamar,” kata Rommy.

Kubu Mardiono sendiri punya cerita berbeda. Mereka ngotot Mardiono ketok palu aklamasi dengan alasan situasi darurat karena kericuhan. Amir Uskara selaku pimpinan sidang kala itu langsung kasih ucapan selamat. Mardiono pun merasa sah melanjutkan jabatan yang sudah ia emban sejak 2022.

BACA JUGA:Cak Imin Ngotot MBG Jalan Terus Walau Pelajar Keracunan di Mana-Mana

Dalam sidang paripurna yang katanya sampai delapan kali itu, syarat calon ketua umum dipertegas: harus punya kartu anggota PPP plus pengalaman di level eksekutif, legislatif, atau yudikatif pusat. Formal banget.

Tapi Rommy menekankan, aturan itu sejalan dengan rekomendasi ulama di Pesantren Kempek. Maka, Agus dianggap memenuhi kriteria dan terpilih bareng 12 formatur yang diberi PR bikin struktur partai dalam 30 hari.

Rommy makin keras ketika membantah klaim aklamasi kubu Mardiono. “Itu bukan muktamar, tapi mau ngamar,” sindirnya.

Menurutnya, forum resmi diikuti 1.304 peserta, disaksikan para ulama dan Ketua Mahkamah Partai PPP, Irfan Pulungan. Bukan sekadar acara kamar hotel.

BACA JUGA:Tepis Isu Presiden Boneka, Jokowi Bilang Prabowo Pemimpin Kuat

Acara tasyakuran itu pun penuh wajah lama PPP: Zarkasih Nur yang baru menjabat Ketua Majelis Kehormatan, Mustofa Aqil Siroj dari Majelis Syariah, sampai Wakil Gubernur Jateng Gus Yasin. Bahkan formatur yang mengetuk palu pemilihan Agus, Qoyum Abdul Jabbar, ikut nimbrung. Lengkap dengan DPW dan DPC dari seluruh Indonesia.

Namun tentu saja, kubu Mardiono enggak tinggal diam. Ermalena, Ketua Steering Committee Muktamar X, menolak mentah-mentah hasil versi Agus. Menurutnya, Agus enggak lolos AD/ART karena bukan kader inti dan belum pernah duduk satu tingkat di bawah Ketum. “Beliau juga berasal dari eksternal PPP,” tegasnya.

Fernita Yubahar Amirsyah dari Majelis Pakar ikut memperkuat argumen itu. Ia bilang sejak Muktamar IX sudah ada kesepakatan bahwa kandidat Ketum harus orang dalam, minimal lima tahun di lingkaran pengurus harian. “Itu kuncian yang cukup berat,” ujarnya. Berat, karena PPP ingin meritokrasi, bukan numpang lewat.

Arya Permana, bendahara sekaligus ketua panitia, juga menuding kubu Agus ngaco karena melanjutkan sidang setelah palu diketuk dan bahkan mengganti pimpinan sidang. “Karena tidak sesuai nama, terlebih pimpinan sidang telah disusun dan disepakati di rapat steering committee,” kata Arya.

BACA JUGA:Skandal MBG! Ribuan Korban Keracunan di Bandung Barat, DPR Soroti Gagalnya Sistem Keamanan Pangan Nasional

Kategori :

Terpopuler