Survei Bikin Istana Panik! Prabowo Disebut Sulit Dikasih Masukan, Gerindra Mulai Ketar-Ketir Soal 2029
Survei terbaru memicu kegelisahan di Istana dan Gerindra. Denny JA menyebut orang dekat Prabowo kesulitan memberi masukan, elektabilitas ikut merosot.-Foto: Antara-
JAKARTA, Semaraknews.co.id – Penurunan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto ternyata bukan sekadar angka dalam lembar survei. Di balik layar, hasil jajak pendapat itu disebut memicu kegelisahan di lingkaran Istana hingga elite Partai Gerindra. Bahkan, menurut pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny Januar Ali, ada orang-orang dekat Presiden yang mengaku kesulitan menyampaikan masukan secara langsung kepada kepala negara.
Denny mengungkapkan, saat berada di London, Inggris, ia menghubungi sejumlah pejabat tinggi dan menteri di lingkaran inti Prabowo pada Senin, 27 Juli 2026. Percakapan itu terjadi sehari setelah Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis survei yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo merosot tajam.
Survei SMRC yang dilakukan pada pertengahan Juli 2026 mencatat tingkat kepuasan publik terhadap Prabowo tinggal 51,1 persen. Padahal delapan bulan sebelumnya, tepatnya November 2025, angkanya masih berada di level 81,2 persen.
Denny mengaku meminta para pejabat Istana agar tidak menganggap enteng hasil survei tersebut. Menurutnya, angka-angka dalam survei bukan sekadar statistik, melainkan bisa membentuk persepsi publik sekaligus memengaruhi peluang elektoral Presiden.
Alih-alih berjanji menyampaikan pesan itu kepada Prabowo, para pejabat yang dia hubungi justru meminta Denny berbicara langsung dengan Presiden.
BACA JUGA:MBG Makan Korban Lagi! BGN Bekukan Dapur SPPG Semarang, Dugaan Masak Terlalu Cepat Jadi Biang Kerok
Menurut Denny, salah seorang anggota kabinet bahkan bersedia mengatur jadwal pertemuan agar dirinya dapat menyampaikan masukan secara langsung kepada Prabowo.
“Orang-orang di dalam Istana mengaku kesulitan menyampaikan sendiri masukan mereka kepada Presiden,” ujar Denny kepada wartawan, Rabu, 29 Juli 2026.
Usai berdiskusi dengan para pejabat, Denny mengunggah ilustrasi di Facebook yang menampilkan Prabowo berdampingan dengan dua mantan Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan dan Jimmy Carter.
Lewat unggahan itu, Denny mengingatkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap seorang presiden bukan sesuatu yang permanen. Ia mencontohkan Ronald Reagan yang mampu mengangkat tingkat kepuasan publik dari 35 persen menjadi 63 persen dalam kurun 1983 hingga 1988.
Menurut Denny, Prabowo juga memiliki peluang melakukan hal serupa apabila berani mengevaluasi kebijakan yang dianggap boros anggaran sekaligus memperbaiki cara pemerintah berkomunikasi dengan masyarakat.
Ia bahkan mengklaim, setelah unggahan tersebut beredar, sejumlah pejabat pemerintah menghubunginya. “Mereka setuju dengan tulisan saya,” tuturnya.
Denny mengatakan hasil survei internal lembaganya pada Juni 2026 sebenarnya menunjukkan tren yang hampir sama dengan temuan SMRC. Meski menolak membeberkan angka pastinya, ia menyebut tingkat kepuasan publik, elektabilitas Prabowo, hingga dukungan terhadap Partai Gerindra sama-sama mengalami penurunan.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-