Survei Bikin Istana Panik! Prabowo Disebut Sulit Dikasih Masukan, Gerindra Mulai Ketar-Ketir Soal 2029
Survei terbaru memicu kegelisahan di Istana dan Gerindra. Denny JA menyebut orang dekat Prabowo kesulitan memberi masukan, elektabilitas ikut merosot.-Foto: Antara-
“Angkanya hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan hasil survei versi SMRC,” katanya.
Karena menganggap tren tersebut mengkhawatirkan, Denny mengaku sempat menyampaikan hasil surveinya kepada orang-orang kepercayaan Presiden. Namun menurutnya, kala itu pihak Istana belum terlalu menaruh perhatian.
“Mereka mengatakan citra politik Presiden dipengaruhi percakapan di media sosial. Katanya ada kelompok yang sengaja menyerang Presiden karena sedang menertibkan para oligarki,” ujar Denny.
Menurut Denny, Prabowo sebenarnya sudah mengetahui adanya tren penurunan kepuasan publik sejak Mei 2026. Dalam kunjungan ke Prancis pada akhir Mei lalu, keduanya sempat berdiskusi mengenai persepsi masyarakat terhadap pemerintah.
Denny bercerita, saat itu Prabowo sempat berkelakar bahwa dirinya mempercayai hasil survei LSI karena lembaga tersebut pernah memenangkan Joko Widodo saat berhadapan dengan Prabowo pada Pilpres 2014 dan 2019.
Dalam pertemuan sambil menikmati teh di Hotel Four Seasons George V, Paris, Denny menyampaikan bahwa penerimaan publik terhadap program-program prioritas Presiden terus melemah.
Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah pelaksanaan program yang dinilai berantakan, mulai dari kasus keracunan makanan hingga dugaan korupsi dalam proyek makan bergizi gratis.
Denny kemudian menyarankan agar Prabowo lebih banyak mendengar pandangan para pakar di luar lingkaran dekatnya.
“Kehadiran pihak yang berani memberikan pandangan berbeda sangat penting agar tidak tercipta ruang gema di sekitar Presiden,” ujarnya.
Denny mengatakan Prabowo memahami bahwa tingkat kepuasan publik bisa berubah sewaktu-waktu. Presiden, kata dia, yakin kepercayaan masyarakat akan pulih apabila pemerintah fokus menjalankan program yang benar-benar bermanfaat bagi rakyat.
BACA JUGA:Inflasi Cuma Ngegas Dikiiit! Harga Cabai Jinak, BBM Adem, Dompet Rakyat Belum Tentu Ikut Senyum
Menanggapi hasil berbagai survei tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah tidak bekerja demi mengejar angka popularitas.
“Kami bekerja bukan untuk mengejar hasil survei,” ujar Prasetyo saat konferensi pers di atas Kereta Api Nusantara Explorer di Jawa Tengah, Kamis malam, 30 Juli 2026.
Di sisi lain, kegelisahan juga disebut mulai terasa di internal Partai Gerindra. Seorang politikus senior yang dekat dengan Prabowo mengatakan Presiden sempat merasa kecewa setelah mempelajari berbagai hasil survei mengenai kinerja pemerintahannya.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-