Pidato Prabowo Penuh Klaim Manis, Data Pemerintah Malah Bikin Kening Berkerut

Pidato Prabowo Penuh Klaim Manis, Data Pemerintah Malah Bikin Kening Berkerut

Sekolah dan kuliah gratis Prabowo ditargetkan terealisasi penuh pada 2028. DPR memperkirakan kebutuhan anggarannya mencapai Rp300 triliun.-Foto: Antara-

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Presiden Prabowo Subianto dua kali berpidato dalam rangkaian Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah pada Jumat, 14 Agustus 2026. Selain menyampaikan pengantar Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2027 beserta nota keuangan, Prabowo memamerkan sederet capaian pemerintah selama 21 bulan memimpin Indonesia.

Prabowo menyebut pemerintah telah menghasilkan 121 kebijakan selama masa pemerintahannya. Jika dihitung rata-rata, angka itu berarti satu kebijakan transformatif lahir setiap lima hari. Masalahnya, Presiden tidak menjelaskan secara rinci kebijakan mana saja yang masuk kategori transformatif dan ukuran apa yang dipakai untuk menilainya.

Menurut Prabowo, sebagian kebijakan tersebut dibuat untuk membereskan persoalan yang selama puluhan tahun tidak kunjung selesai. Ia sekaligus memuji kerja keras para menteri dan pembantunya yang disebut telah bekerja sampai kehabisan tenaga.

“Demikian kerasnya menteri-menteri saya dan pembantu-pembantu saya telah bekerja, beberapa di antara mereka terpaksa masuk rumah sakit. Ada yang pingsan, ada yang dioperasi, banyak yang kecapekan,” kata Prabowo di ruang rapat paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dalam dua pidatonya, Ketua Umum Partai Gerindra itu mengurai berbagai program pemerintah di sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat. Namun seperti lazimnya laporan kinerja yang sedang ingin terlihat kinclong, tidak semua persoalan ikut dibawa ke panggung.

BACA JUGA:Terjun Payung Bawa Foto Prabowo di HUT RI, Upacara Kemerdekaan atau Panggung Pencitraan?

Sejumlah klaim capaian Prabowo bahkan berhadapan dengan data pemerintah sendiri maupun temuan di lapangan. Dari target revitalisasi sekolah sampai penghasilan pengemudi ojek online, beberapa angka yang disampaikan Presiden menyisakan pertanyaan.

Target Besar di Sektor Kesehatan

Di bidang kesehatan, Prabowo mengatakan pemerintah berencana membangun 441 rumah sakit umum daerah sekaligus memperbaiki 10 ribu pusat kesehatan masyarakat. Seluruh revitalisasi puskesmas itu ditargetkan rampung pada 2030.

“Ternyata puskesmas kita sudah puluhan tahun tidak diperbaiki,” ujarnya.

Prabowo juga mengutip data Kementerian Kesehatan mengenai kebutuhan tenaga medis. Indonesia disebut masih kekurangan 84.781 dokter umum di 474 kabupaten dan kota, 127.580 dokter gigi, serta 55.712 dokter spesialis.

Untuk mengejar ketertinggalan itu, pemerintah membuka program studi dokter spesialis di 11 provinsi. Sebanyak 170 program studi spesialis dan subspesialis serta sembilan fakultas kedokteran baru juga telah diresmikan.

Prabowo bahkan melempar gagasan pengadaan ambulans udara berupa helikopter dan pesawat kecil untuk menjangkau wilayah terpencil. Jika kondisi mendesak, dokter pun disebut dapat diterbangkan langsung ke lokasi warga yang membutuhkan pertolongan.

“Saya mendapat laporan banyak ibu-ibu yang meninggal karena harus menempuh jalan 7-9 jam saat melahirkan. Untuk itu, kita harus mencari terobosan inovatif,” katanya.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya