Punya Potensi EBT 188 GW, Jawa Timur Siap Jadi Motor Transisi Energi Indonesia
Besarnya peluang itu menjadi salah satu bahasan utama dalam Surabaya Electric Forum yang digelar Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Wilayah Jawa Timur.--Istimewa
Direktur Distribusi PT PLN (Persero) sekaligus Sekretaris Jenderal MKI, Arsyadany Ghana Akmalaputri, mengatakan Indonesia sebenarnya sudah memiliki arah transisi energi yang cukup jelas.
Arah tersebut tertuang dalam RUPTL 2025–2034. Dokumen ini menjadi panduan pengembangan sistem ketenagalistrikan nasional dalam satu dekade ke depan.
Tantangannya kini bukan lagi menentukan tujuan, tetapi mempercepat pelaksanaan berbagai program yang sudah direncanakan.
"RUPTL sudah memberikan arah yang jelas. Bukan lagi menentukan tujuan, tetapi seberapa cepat kita mampu mencapai tujuan tersebut," ujar Arsyadany.
Menurutnya, ekosistem energi yang dibangun harus mampu menjaga ketahanan pasokan, mendukung keberlanjutan lingkungan, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan dunia usaha.
Dengan kata lain, pembangunan energi bersih jangan sampai hanya bagus di atas kertas. Implementasinya harus terasa melalui pasokan listrik yang andal, biaya yang terjangkau, dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Transisi Energi Harus Tetap Seimbang
Sementara itu, Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ahmad Amiruddin, mengingatkan bahwa percepatan transisi energi tetap harus menjaga keseimbangan Trilema Energi.
Trilema tersebut mencakup ketahanan energi atau energy security, keberlanjutan energi atau energy sustainability, serta keterjangkauan energi atau energy equity.
Artinya, pengembangan pembangkit EBT harus berjalan tanpa mengorbankan keandalan pasokan listrik nasional.
Di sisi lain, pemerintah juga harus menjaga iklim investasi agar pembangunan proyek ketenagalistrikan tetap menarik bagi pelaku usaha.
Kebutuhan masyarakat dan industri di setiap daerah pun harus tetap terpenuhi. Jangan sampai percepatan energi bersih justru membuat pasokan tidak stabil atau harga listrik menjadi sulit dijangkau.
Jawa Timur Bisa Jadi Lokomotif EBT Nasional
Guru Besar Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember sekaligus Dewan Pakar MKI Jawa Timur, Prof. Dr. Mochamad Ashari, mengatakan Jawa Timur punya posisi penting dalam implementasi RUPTL 2025–2034.
Potensi EBT yang mencapai sekitar 188 GW menjadi modal besar bagi Jawa Timur untuk ikut mempercepat penambahan kapasitas energi bersih nasional.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-