Partai Ummat Ganti Komando, Ansufri Sambo Pasang Target Comeback di Pemilu 2029
Ansufri Idrus Sambo dikukuhkan sebagai Ketum Partai Ummat periode 2025-2030. Ia menargetkan penguatan struktur menuju Pemilu 2029.-Foto: Antara-
JAKARTA, Semaraknews.co.id -- Partai Ummat resmi mengganti pucuk pimpinan. Ansufri Idrus Sambo dikukuhkan sebagai Ketua Umum Partai Ummat periode 2025-2030, sementara Heikal Safar dipercaya menduduki posisi Ketua Harian.
Penetapan kepengurusan baru itu tertuang dalam Keputusan Majelis Syuro Partai Ummat Nomor 59 Tahun 2026 tentang Struktur Pengurus Dewan Pengurus Pusat Partai Ummat periode 2025-2030.
Keputusan tersebut dibacakan Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Ummat MS Kaban dalam agenda pengukuhan pengurus yang berlangsung di Grand Hyatt, Jakarta, Sabtu, 26 September 2026.
“Pengurus Dewan Pengurus Pusat Partai Ummat periode 2025-2030. Ketua Umum Ir H Ansufri Idrus Sambo, Ketua Harian Heikal Safar SH, Sekretaris Jenderal Muhammad Sadiq Thalib,” kata MS Kaban dalam acara tersebut.
Bagi Ansufri, pergantian ketua bukan sekadar urusan mengganti nama di struktur organisasi. Kepengurusan baru disebut mendapat mandat untuk meneruskan perjuangan yang telah dibangun oleh ketua umum sebelumnya, Ridho Rahmadi, sekaligus melanjutkan kerja para pendahulu Partai Ummat.
BACA JUGA:Hunian Mewah Bak Apartemen Terbongkar, Kalapas Cibinong Dicopot Bareng 4 Anak Buah
“Yang baik kita lanjutkan, yang kurang kita perbaiki, yang belum ada kita bangun bersama. Amin. Takbir,” ujar Ansufri.
Namun, Ansufri tampaknya tidak ingin kepengurusan baru hanya menjadi babak baru dengan kebiasaan lama. Ia mendorong kader Partai Ummat mengubah pola kerja internal, terutama budaya mengejar posisi menjadi budaya pengabdian.
“Mari budaya yang mencari jabatan kita ganti menjadi budaya yang baru, yaitu budaya pengabdian kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dari budaya yang menunggu selama ini sering kita lakukan, menuju budaya yang bekerja,” jelasnya.
Tak Mau Partai Bergantung pada Satu Tokoh
Ansufri juga meminta kader Partai Ummat mengurangi ketergantungan kepada tokoh tertentu. Menurut dia, kekuatan partai harus dibangun melalui sistem dan organisasi yang bekerja, bukan semata-mata mengandalkan figur.
“Dari mementingkan kepentingan kelompok, menuju kepentingan partai atau organisasi. Dari saling menyalahkan, menuju budaya saling memperbaiki,” ucap dia.
Ia kemudian menekankan pentingnya memperkuat hubungan internal partai dari tingkat pusat hingga daerah. Konsolidasi dan pembenahan struktur organisasi pun menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dilakukan kepengurusan baru.
BACA JUGA:Partai Nonparlemen Gebrak Meja, Minta Ambang Batas Pemilu Dipangkas Jadi 1 Persen
Targetnya cukup jelas. Partai Ummat ingin memperkuat struktur hingga daerah agar dapat memenuhi seluruh persyaratan verifikasi dan kembali menjadi peserta Pemilu 2029.
Dengan kata lain, setelah berganti komando, pekerjaan rumah Partai Ummat bukan cuma merapikan susunan pengurus. Partai yang didirikan Amien Rais itu harus membuktikan bahwa budaya pengabdian, kerja organisasi dan konsolidasi yang digaungkan Ansufri benar-benar bisa berjalan sampai ke tingkat bawah.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-