Manfaat Es Teh dan Teh Hangat Ternyata Tak Jauh Berbeda, Cek Peran Gula dan Antioksidan Teh
Manfaat Es Teh dan Teh Hangat Ternyata Tak Jauh Berbeda, Cek Peran Gula dan Antioksidan Teh--
SEMARAKNEWS.CO.ID - Es teh dan teh hangat tanpa banyak gula sama-sama dapat membantu menghidrasi tubuh. Perbedaan manfaat keduanya relatif kecil. Bagi kesehatan, hal yang lebih menentukan justru bahan tambahan, terutama gula atau sirup, serta jenis teh yang digunakan.
Dalam artikel yang terbit Selasa, 6 Oktober 2026 pukul 12.16 WIB, ahli diet Carylne Remedios menyebut es teh bisa menyegarkan sekaligus membantu hidrasi, khususnya saat cuaca panas. Suhu dingin dapat membuat seseorang lebih tertarik minum setelah beraktivitas atau berolahraga. Es yang mencair memang menambah sedikit air, tetapi kontribusinya terhadap hidrasi tidak terlalu signifikan.
BACA JUGA:Nutrisi Beras Fortifikasi Bisa Berkurang, Begini Cara Mencucinya yang Benar Menurut Pakar Gizi
Teh juga mengandung senyawa tumbuhan, termasuk polifenol yang bersifat antioksidan. Jenis teh memengaruhi kandungan senyawa tersebut. Karena itu, es teh dari daun teh asli dan tanpa banyak gula tetap dapat menjadi pilihan minuman sehat.
Teh hangat tanpa gula memberikan manfaat hidrasi yang sama. Ahli diet Janice Chow menjelaskan, suhu minuman tidak mengubah kemampuan tubuh memperoleh cairan. Saat pilek atau sakit tenggorokan, suhu hangat dapat membantu mengencerkan lendir dan meredakan rasa tidak nyaman akibat hidung tersumbat.
BACA JUGA:Jangan Langsung Salahkan Asam Lambung, Ini Gejalanya Pemicu Mulas di Pagi Hari
Dari sisi antioksidan, seduhan air panas mungkin sedikit unggul. Menurut Remedios, suhu panas cenderung mengekstraksi senyawa seperti flavonoid dan polifenol dari daun teh secara lebih efektif dibanding suhu rendah. Namun, teh yang diseduh panas lalu didinginkan tetap mempertahankan sebagian besar senyawa bermanfaatnya.
Tidak ada pilihan yang mutlak lebih sehat. Chow menilai teh paling sehat adalah teh tanpa gula yang disukai dan dapat diminum rutin. Es teh cocok bagi pencari kesegaran, sedangkan teh hangat dapat terasa menenangkan dan membantu seseorang minum lebih perlahan. Rutinitas minum hangat juga dapat menjadi jeda untuk bersantai dan lebih sadar pada kebiasaan minum.
BACA JUGA:Viral! Penggunaan Masker Dibasahi Disebut Lebih Efektif Tangkal Abu, Ini Penjelasan Dokter Paru
Perhatian utama ada pada gula. Es teh di pasaran atau restoran sering mengandung gula atau sirup cukup banyak. Satu sendok makan gula mengandung sekitar 12–15 gram karbohidrat dan menambah kalori dengan nilai gizi relatif rendah. Jika berlebihan dalam jangka panjang, gula dapat berkontribusi terhadap lonjakan gula darah, kenaikan berat badan, serta peningkatan risiko berbagai penyakit kronis.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-