Tak Ada Oposisi, Rakyat Bikin Kabinet Sendiri! Prabowo Kini Punya Lawan dari Sipil

Tak Ada Oposisi, Rakyat Bikin Kabinet Sendiri! Prabowo Kini Punya Lawan dari Sipil

Kabinet Bayangan bentukan masyarakat sipil resmi diumumkan sebagai pengawas alternatif kebijakan pemerintah. Feri Amsari menyebut minimnya oposisi jadi alasan utama.-Foto: Dok. YouTube Kementerian Koperasi-

JAKARTA, Semaraknews.co.id – Ketika hampir seluruh kekuatan politik memilih berdiri di belakang pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sebagian kalangan masyarakat sipil justru mengambil jalan berbeda. Mereka membentuk kabinet bayangan sebagai ruang untuk mengawasi sekaligus menguji setiap kebijakan pemerintah dengan alternatif gagasan.

Kabinet yang digagas akademisi, aktivis, hingga pegiat masyarakat sipil itu terdiri atas 15 posisi kementerian. Seluruh menterinya dipilih melalui proses seleksi terbuka yang diklaim mengedepankan meritokrasi, bukan kompromi politik.

Ketua Panitia Seleksi Kabinet Bayangan, Feri Amsari, mengatakan sebanyak 15 nama terpilih berasal dari 121 pendaftar yang mengikuti proses seleksi secara terbuka dan ketat.

“Ini menandai berdirinya kabinet bayangan pertama yang lahir dari inisiatif rakyat Indonesia,” kata Feri dalam keterangannya yang dikutip pada Ahad, 19 Juli 2026.

Menurut Feri, pembentukan kabinet bayangan lahir dari kegelisahan atas minimnya mekanisme pengimbang terhadap kekuasaan eksekutif. Ia menilai hampir seluruh kekuatan politik saat ini berada di kubu pemerintah sehingga fungsi oposisi tidak berjalan optimal.

BACA JUGA:Sekolah Sepi Murid Makin Banyak, Kemendikdasmen Baru Bergerak Siapkan Jurus Penyelamat

“Saat ini hampir seluruh kekuatan politik berada di barisan pendukung pemerintah. Tidak ada oposisi formal yang cukup kuat untuk mengimbangi kebijakan Kabinet Merah Putih,” ujarnya.

Feri yang juga terpilih sebagai Menteri Sekretaris Negara dalam Kabinet Bayangan mengatakan kondisi tersebut mendorong akademisi, pegiat masyarakat sipil, dan warga negara membangun oposisi berbasis masyarakat.

“Karena kekosongan itu, kami membentuk kabinet bayangan sebagai bentuk oposisi rakyat yang disusun berdasarkan meritokrasi, bukan berdasarkan bagi-bagi kekuasaan,” katanya.

Meski menggunakan istilah kabinet, Feri menegaskan kelompok tersebut bukan dibentuk untuk merebut kekuasaan ataupun menjadi pemerintahan tandingan.

“Kabinet Bayangan adalah platform pengawasan dan penyusun alternatif kebijakan berbasis bukti, bekerja secara sukarela, serta bersifat nonpartisan,” ujarnya.

BACA JUGA:Kabinet Bayangan Resmi Dibentuk, Siap Bongkar dan Awasi Pemerintahan Prabowo

Ia menjelaskan setiap menteri dalam kabinet bayangan akan menjadi mitra pembanding langsung bagi menteri di Kabinet Merah Putih sesuai bidang masing-masing. Dengan begitu, setiap kebijakan pemerintah diharapkan memiliki pembanding yang berbasis kajian, bukan sekadar kritik umum.

“Setiap kebijakan yang lahir dari pemerintah akan mendapat pembanding gagasan dari menteri bayangan pada bidang yang sama, bukan komentar umum tanpa arah,” kata Feri.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya